ANALISIS TREN REALISASI PENGELUARAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR (2021-2025)
ANALISIS
TREN REALISASI PENGELUARAN DAERAH
PEMERINTAH
PROVINSI JAWA TIMUR (2021-2025)
Dosen
Pembimbing :
Hendra
Sukmana, S.A.P., M.KP.
Disusun
Oleh:
Guntur
Alim Pratama (232020100116)
Semester 5
PROGRAM
STUDI ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS
BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2025
PENDAHULUAN
Pengelolaan
keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memegang peranan vital dalam menjaga
stabilitas fiskal regional dan mewujudkan good governance, di mana
belanja daerah berfungsi sebagai instrumen kebijakan utama untuk kesejahteraan
rakyat. Periode 2021 hingga 2025 menghadirkan dinamika transisi yang menantang,
bergerak dari fokus darurat penanganan pandemi menuju pemulihan ekonomi
berkelanjutan yang menuntut adaptasi struktur belanja. Namun, efektivitas
pengelolaan ini masih dihadapkan pada isu klasik manajemen keuangan publik,
yakni adanya disparitas antara rencana dan realisasi anggaran serta
ketidakmerataan penyerapan dana yang berpotensi menghambat dampak nyata
pembangunan bagi masyarakat.
Oleh karena itu, analisis mendalam terhadap tren realisasi pengeluaran dan data APBD selama lima tahun terakhir menjadi krusial untuk mengevaluasi apakah adaptasi fiskal pemerintah telah berjalan efektif. Kajian ini bertujuan untuk membedah fluktuasi belanja, mengidentifikasi hambatan penyerapan anggaran, serta memberikan perspektif kritis mengenai kualitas pelaporan keuangan daerah. Diharapkan, hasil evaluasi ini tidak hanya memberikan wawasan bagi kalangan akademisi, tetapi juga menjadi referensi penting bagi masyarakat umum dalam mengawasi transparansi dan akuntabilitas penggunaan uang publik.
PEMBAHASAN
1. Perbandingan Pagu Dengan Realisasi Anggaran
Realisasi
belanja Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan kinerja stabil dengan
rata-rata di atas 90% yang mencerminkan disiplin fiskal dan efektivitas
pengendalian internal, meskipun masih terdapat tantangan underspending pada
belanja modal akibat kompleksitas pengadaan. Untuk periode 2024 dan 2025,
pemerintah memfokuskan strategi pada ketepatan waktu penyerapan anggaran
senilai Rp33,26 triliun dan Rp28,40 triliun guna meminimalisir SiLPA,
memastikan stimulus fiskal segera mengalir ke sektor riil tanpa hambatan
birokrasi demi dampak ekonomi yang maksimal bagi masyarakat.
Tabel
1.1
Perbandingan
Pagu Dengan Realisasi Belanja Pemerintah Provinsi Jawa Timur 2021-2025 (Miliar
Rupiah)
|
Tahun |
Pagu Anggaran (Rp) |
Realisasi Belanja (Rp) |
Persentase Serapan |
|
2021 |
36.557 |
33.299 |
91.1% |
|
2022 |
33.605 |
31.582 |
94.0% |
|
2023 |
35.224 |
33.118 |
94.0% |
|
2024 |
33.265 |
31.601 |
95.0% |
|
2025 |
28.403 |
26.153 |
91.5% |
Sumber: Postur
APBD Jawa Timur (2021-2025), Portal Data SKID
2. Komposisi Belanja Daerah
Struktur
belanja daerah Jawa Timur sedang bertransisi dari dominasi konsumtif Belanja
Operasi pasca-pandemi menuju orientasi yang lebih produktif, ditandai dengan
normalisasi Belanja Tidak Terduga serta lonjakan proyeksi Belanja Modal sebesar
48% pada tahun 2025 untuk akselerasi infrastruktur. Di tengah pergeseran ini,
Belanja Transfer tetap menjadi pilar vital keseimbangan fiskal antarwilayah
dengan alokasi tertinggi pada 2024 guna mendukung agenda strategis seperti
Pilkada, menegaskan fungsi APBD sebagai mesin penggerak ekonomi daerah yang
melampaui sekadar pemenuhan kebutuhan birokrasi internal.
Tabel
2
Komposisi
Detail Pagu Anggaran Belanja 2021-2025 (Miliar Rupiah)
|
Komponen
Belanja |
2021 |
2022 |
2023 |
2024 |
2025 |
|
I. Belanja Operasi |
25.679 |
21.040 |
20.063 |
24.100 |
24.163 |
|
§ Belanja Pegawai |
8.072 |
8.477 |
8.559 |
8.863 |
9.438 |
|
§ Belanja Barang & Jasa |
7.193 |
7.097 |
7.976 |
10.517 |
11.172 |
|
§ Belanja Hibah &
Bansos |
10.398 |
5.440 |
3.508 |
4.688 |
3.501 |
|
II. Belanja Modal |
2.191 |
2.308 |
2.342 |
2.445 |
3.259 |
|
III. Belanja Tidak
Terduga |
135 |
954 |
943 |
204 |
335 |
|
IV. Belanja Transfer |
5.001 |
5.151 |
7.771 |
9.165 |
5.538 |
|
TOTAL BELANJA |
33.008 |
29.454 |
31.120 |
35.914 |
33.296 |
Sumber: Postur APBD Jawa Timur (2021-2025), Portal
Data SKID
3. Analisis Tren (2021-2025)
Tren
belanja pemerintah selama lima tahun terakhir menandai fase "Transisi dari
Krisis ke Transformasi", di mana fokus anggaran beralih dari mode bertahan
(survival mode) pasca-pandemi menuju mode pengembangan (development mode) yang
ditandai oleh peningkatan signifikan pada belanja barang, jasa, dan modal.
Transformasi ini mencapai puncaknya pada rencana anggaran 2025 dengan alokasi
belanja modal sebesar Rp3,25 triliun, yang mencerminkan optimisme pemerintah
untuk memperkuat daya saing daerah dan infrastruktur fisik. Strategi ini
diharapkan mampu menarik investasi swasta dan mendorong kemandirian ekonomi
lokal, sehingga ketergantungan pertumbuhan terhadap stimulus belanja pemerintah
dapat dikurangi secara bertahap.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis tren realisasi anggaran tahun
2021-2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan kinerja fiskal yang
disiplin dengan rata-rata serapan anggaran yang stabil di atas 90%, meskipun
terjadi pergeseran fokus kebijakan yang signifikan. Tren belanja menggambarkan
fase "Transisi dari Krisis ke Transformasi", di mana alokasi anggaran
tidak lagi didominasi oleh penanganan pandemi (mode bertahan), melainkan telah
beralih ke penguatan infrastruktur dan layanan publik (mode pengembangan). Hal
ini dibuktikan dengan normalisasi Belanja Tidak Terduga serta lonjakan proyeksi
Belanja Modal sebesar 48% pada tahun 2025 yang ditujukan untuk akselerasi
pembangunan fisik.
Secara struktural, komposisi belanja daerah semakin berorientasi produktif dengan upaya menekan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) melalui ketepatan waktu penyerapan pada tahun 2024 dan 2025. Belanja Transfer tetap menjadi instrumen vital untuk menjaga keseimbangan fiskal antarwilayah, terutama dalam mendukung agenda strategis seperti Pilkada serentak. Dengan demikian, APBD Jawa Timur saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan birokrasi, tetapi telah bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi yang bertujuan menarik investasi swasta dan membangun kemandirian ekonomi lokal jangka panjang.
REKOMENDASI
Untuk
mengatasi tantangan klasik berupa underspending atau serapan rendah pada pos
Belanja Modal yang disebabkan oleh kompleksitas proses pengadaan, pemerintah
daerah perlu melakukan percepatan lelang dan pra-kontrak di awal tahun
anggaran. Perbaikan sistem perencanaan pengadaan barang dan jasa harus menjadi
prioritas agar realisasi belanja tidak menumpuk di akhir kuartal, sehingga
stimulus fiskal dapat segera dirasakan oleh sektor riil tanpa terhambat oleh
kendala administratif birokrasi.
Selain
itu, momentum peralihan ke "mode pengembangan" harus dijaga dengan
memastikan bahwa kenaikan signifikan pada Belanja Barang/Jasa dan Belanja Modal
benar-benar berdampak pada kualitas layanan publik, seperti pendidikan dan
kesehatan. Pemerintah Provinsi diharapkan konsisten menggunakan pembangunan
infrastruktur sebagai daya tarik investasi swasta, sehingga target untuk
mengurangi ketergantungan pertumbuhan ekonomi terhadap belanja pemerintah dapat
tercapai secara bertahap di masa depan.
REFERENSI
Badan Pemeriksa
Keuangan Republik Indonesia. (2022). Laporan hasil pemeriksaan atas laporan
keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021. https://jatim.bpk.go.id/
Badan Pusat
Statistik Provinsi Jawa Timur. (2023). Provinsi Jawa Timur dalam angka 2023.
https://jatim.bps.go.id/
Direktorat
Jenderal Perimbangan Keuangan. (2024). Data APBD dan realisasi seluruh
daerah di Indonesia. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://djpk.kemenkeu.go.id/portal/data/apbd
Pemerintah
Provinsi Jawa Timur. (2024). Informasi realisasi anggaran pendapatan dan
belanja daerah tahun 2021-2024. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi
(PPID) Jatim. https://ppid.jatimprov.go.id/
Comments
Post a Comment